8 Sep 2018

Hemat Waktu Menata Rambut dengan Blow Permanen

Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk menata rambut di pagi hari? Berdasarkan penelitian yang dilakukan L'Oreal. Professionnel tahun 2018, rata-rata wanita Indonesia membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 45 menit untuk menata rambut. Kini Anda tak perlu berlama-lama melakukan serangkaian penataan rambut karena 5/ou/permanen bisa membuat rambutmu tertata indah hingga enam bulan lamanya.

TREN RAMBUT IKAL

Beberapa tahun silam, tren rambut lurus sempurna digemari wanita Indonesia, namun saat ini tren tersebut bergeser. Seperti dikatakan Vina Lim, Produk Manager L'Oreal Indonesia Grup, rambut ikal natural menjadi favorit wanita saat ini. "Gaya rambut yang digemari wanita saat ini lebih ke rambut ikal seperti, ikal naturaldan ikal bervolume. Data itu diperoleh dari Google Trens Data yang menunjukkan bahwa kata kunci 'permanent blow' banyak dicari di kolom pencarian Google dengan presentase 80 persen," terangnya dalam peluncuran Oleoshaping, Minggu lalu.

Karena rambut ikal natural menjadi primadona, wanita semakin membutuhkan banyak waktu untuk menata rambut mereka mulai dari mengeringkan rambut hingga membentuknya menjadi ikal. Jika tak ingin repot, blow rambut permanen atau biasa disebut permanent blow dry bisa menjadi jawabannya.
Stephanie Martina, penata rambut profesional dari GLAM Hair Culture di Surabaya menerangkan bahwa blow permanen pada prinsipnya adalah membentuk rambut sesuai kebutuhan dan membuatnya tahan lama, yakni sekitar 4 sampai 6 bulan. Prosesnya hampirsama seperti pengeritingan rambut permanen, menggunakan bantuan bahan kimia dan alat digital perm.

"Bedanya dengan pengeritingan rambut permanen, terletak pada pembentukan gelombang rambutnya. Tidak seluruh rambut dibuat ikal atau bergelombang, tapi disesuaikan kebutuhan seseorang. Karena tren sekarang adalah ikal natural, maka biasanya yang dibuat ikal hanya rambut bagian bawah. Sementara bagian atasnya dibiarkan lurus. Tetapi, blow permanen tidak hanya membuat rambut ikal, bisa untuk meluruskan rambut juga. Bagi wanita yang ingin rambutnya menjadi ikal natural atau lurus natural itu bisa saja. Nanti penata rambutnya tinggal membentuk rambut menjadi ikal atau lurus," ungkap Stephanie. Dengan demikian, seseorang tidak perlu lagi beriama-lama menata rambut di pagi hari.

DOS & DONTS


Meski blow rambut permanen terlihat menggiurkan, pada kenyataannya tidak semua orang bisa melakukan blow permanen. Stephanie mengatakan bahwa rambut yang sehat dan tebal adalah rambut yang paling ideal untuk proses blow permanen. Sedangkan rambut yang kering atau pernah mengalami proses bleaching sebelumnya, sangat tidak dianjurkan. "Rambut yang sudah di-bleaching biasanya rusak atau hancur makanya enggak disarankan untuk melakukan blow permanen. 

Sedangkan pada rambut kering bisa di-b/ow. permanen tetapi hasilnya tidak akar maksimal/'tukasnya.
Lebih lanjut Stephanie mengungkapke-tahan lama dan tidaknya blow permanen bergantung dari jenis rambut, gaya rambut yang diinginkan, dan perawatan pasca blov. permanen. Jenis rambut kering dan tipis misalnya, jenis rambut yang paling cepa: kembali ke bentuk semula, karena tekstur rambutnya lembut. Sementara, gaya ikalar rambut yang besardan gaya rambut yang bagian ujungnya menekuk ke dalam maupun keluar cenderung lebih mudah lurus kembali. Semakin kecil ikalan rambut yang dibuat akan semakin tahan lama.

"Kekuatan blow permanen juga bisa berkurang, hanya bertahan 2 sampai 4 bulan bila pasca blow permanen, rambut tidak dirawat. Saya pernah menangani pelanggan yang baru dua bulan blow permanen, rambut ikalnya sudah tidak semaksimal kali pertama perawatan. Ternyata, ,   karena dia tidak merawat rambutnya. Sampo saja tidak cukup untuk mengembalikan nutrisi rambut pasca melalui serangkaian proses kimia. Makanya kondisioner, masker dan serum rambut itu penting untuk menutrisi rambut, sehingga rambut yang sudah dibentuk atau ditata sedemikian rupa lebih tahan lama," tukas Stephanie.
Readmore → Hemat Waktu Menata Rambut dengan Blow Permanen

3 Aug 2018

Tips Kecantikan, Mencegah Penuaan Kulit Wajah, Menghaluskan Kulit, Lindungi Kulit dari Bahaya Sinar Matahari, Menjaga Kencantikan Kulit, Kiat menjaga kulit awet muda

Tips Kecantikan, Mencegah Penuaan Kulit Wajah, Menghaluskan Kulit, Lindungi Kulit dari Bahaya Sinar Matahari, Menjaga Kencantikan Kulit, Kiat menjaga kulit awet muda


Tips Kecantikan

Salam Jumpa. Anda ingin cantik bukan? itulah alasannya Anda mampir di blog audyfas. Siapapun orangnya selagi dia normal tentu ingin tampil cantik tak terkecuali dengan anda!. Banyak cara untuk bisa menjadi cantik, mulai dari cara-cara yang alami sampai pada pemanfaatan teknologi baru yang canggih agar bisa menjaga serta merawat tubuh supaya tetap bisa tampil cantik dan menarik.

Pada uraian kali ini bertujuan untuk membantu Anda mendapat kencantikan yang tidak hanya dari luar tubuh, akan tetapi juga dari dalam tubuh (unner beaty). Mulai dari wajah sampai kiat agar tetap awet muda.

1. Mencegah Penuaan Kulit Wajah. Sudah saatnya untuk menjaga penuaan kulit wajah sejak dini. Untuk menjaga atau mencegah penuaan kulit wajah anda seharusnya selektif dalam menggunakan pembersih. Cara membersihkan wajah menggunakan foam adalah basahi wajah, baru kemudian bersihkan dengan foam sekaligus pemijatan wajah selama 1 menit, dan yang terakhir bilas dengan air bersih. Dan sebelum memakai make up ada baiknya perciki wajah dengan air dingin.

2. Menghaluskan Kulit. Selain menggunakan body lotion yang biasa anda pakai sehari-hari, Anda juga bisa mengonsumsi susu almond untuk kehalusan kulit. Susu almond banyak mengandung zat-zat seperti magnesium, potasium, mangan, copper, vitamen E, selenium, dan kalsium yang fungsinya selain menghaluskan kulit juga dipercaya mampu menguatkan sistem imun serta membuat rambut tampak mengkilap.

3. Lindungi Kulit dari Bahaya Sinar Matahari. Memilih sunscreen yang tepat dengan keadaan serta aktivitas merupakan suatu cara melindungi kulit dari bahaya sinar matahari. Sunscreen yang tepat harus didukung dengan cara pakai yang benar, yaitu dengan mengoleskan dalam jumlah yang tepat, memeriksa tanggal kadaluarsa, dan setelah dioleskan biarkan hingga 30 menit. Kemudian barulah ada keluar. Hal ini dilakukan supaya sunscreen bisa berfungsi dengan maksimal untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari yang berbahaya.

4. Menjaga Kencantikan Kulit. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa jamur dapat membantu dalam memelihara kecantikan kulit. Senyawa L-ergothioneine yang terdapat dalam jamur mampu membalikkan tanda-tanda kerusakan sinar UV yang mengakibatkan timbulnya kerut dan warna kulit yang tidak merata.

5. Mencegah Kulit Terbakar Sinar Matahari. Sebuah hal yang mudah untuk menghindari sinar matahari yang dapat membakar kulit. Anda cuma perlu mengonsumsi buah semangka. Karena di dalam semangka terdapat lycopene (sejenis anto-oksidan) yang mampu mencegah kulit terbakar sinar matahari dan kerusakan jangka panjang oleh radikal bebas. Dengan mengonsumsi 2 gelas jus semangka sehari bisa mengurangi risiko kulit terbakar sinar matahari kira-kira 40%.

6. Menjaga Kelembaban Kulit. Untuk menjaga kelembabab kulit tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli produk-produk mahal agar kulit tetap lembab serta tidak mudah timbul kerutan. Anda cukup mengonsumsi makanan yang mengandung Vitamin A yang bersumber dari kuning telur, susu, wortel, dan brokoli. Vitamin A dipercaya sangat bagus untuk mencegah kulit kering, bersisik, dan mudah berkerut.

7. Mencegah Penuaan. Berkerutnya kulit dapat diseabkan karena sinar matahari yang mengandung ultraviolet. Untuk itu pakailah sunscreeen dengan SPF minimal 15 menit sebelum keluar rumah supaya sinar matahari yang mengandung ultraviolet tidak langsung membakar kulit. Disamping itu, berhentilah merokok, dan usahakan posisi tidur telentang karena kedua hal tersebut dapat mencegah terjadinya kerutan. Dan yang terpenting adalah minum air putih sekitar 6 hingga 8 gelas sehari.

8. Kiat menjaga kulit awet muda
  • Bersihkan wajah sebelum tidur agar tidak menyumbat pori-pori kulit yang dapat mengurangi aliran oksigen dan menimbulkan jerawat.
  • Usahakan tidak menggunakan sabun karen tidak akan dapat menghilangkan minyak esensial yang menempel pada kulit.
  • Gunakan pelembab kulit yang tepat dan cocok dengan jenis kulit Anda.
  • Jangan lua selalu menggunakan sunscreen setiap kali akan keluar rumah untuk melindungi kulit dari bahaya sengatan sinar matahari.
  • Perbanyaklah minum air putih karena air putih dapat membuat kulit menjadi lebih halus dan elastis.
  • Tidurlah dengan secukupnya agar kulit dapat meremajakan diri.


9. Bersih dan Cantik dengan Mandi. Mandi seperti yang biasa dilakukan setiap hari ternyata bisa memberikan efek bersih dan cantik. Mandi secara teratur bisa membuat kulit akan terlihat segar dan bercahaya. Disamping itu, mandi juga memiliki khasiat lain yaitu mampu meningkatkan semangat kerja, tetapi perlu dicatat mandi dengan menggunakan air dingin. Adapun mandi dengan air panas akan memberikan efek rileks.

10. Mengatasi kulit kering. Jika mandi janganlah merendam tubuh di air terlalu lama dan juga jangan sering kali membasuh wajah. Untuk kulit yang sangat kering, ada baiknya anda membasuh wajah dengan sabun pembersih setiap hari yang dilakukan pada malam hari. Basuh busa sabun yang tersisa di kulit sampai bersih, sebab sisa busa tersebut bisa menyebabkan kekeringan pada kulit. Pagi harinya basuh wajah dan tubuh Anda dengan air dingin, kemudian gunakan pelembab. Jangan sering-sering mandi dalam sehari. Menurut para ahli sebaiknya mandi 2 kali sehari dan pilihlah sabun dengan formula yang lembut.

Nah demikian 10 tips kencantikan untuk anda yang pengin tampil percaya diri.
Readmore → Tips Kecantikan, Mencegah Penuaan Kulit Wajah, Menghaluskan Kulit, Lindungi Kulit dari Bahaya Sinar Matahari, Menjaga Kencantikan Kulit, Kiat menjaga kulit awet muda

4 Dec 2016

Uang elektronik di Indonesia mulai berkembang

Alat Pembayaran Nontunai


Alat pembayaran secara umum dibagi menjadi dua, yakni alat pembayaran tunai dan alat pembayaran non tunai, Alat pembayaran tunai tiada lain adalah uang rupiah sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya. Adapun alat pembayaran non tunai secara umum dibagi menjadi dua, yaitu alat pembayaran berbasis kertas (paper based) antara lain cek, bilyet giro, dan nota debet; alat pembayaran berbasis elektronik (elektronic based) yakni kartu ATM/debit, kartu kredit dan uang elektronik (e-money). Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan sebagai berikut.

Cek merupakan suatu perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah dana. Cek dikenal ada tiga macam, yaitu cek atas unjuk, cek atas nama, cek silang. Adapun giro bilyet adalah surat perintah nasabah bank untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya kepada rekening nasabah yang lain yang ditunjuk. Giro bilyet tidak dapat ditukarkan dengan uang tunai di bank penerimanya.

Adapun Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) adalah alat. pembayaran berupa kartu kredit dan kartu ATM/debit. Kartu kredit adalah APMK yang dapat digunakan untuk berbelanja pada pedagang, sumber dana berasal dari pinjaman (kredit) yang diberikan penerbit serta dikenakan bunga/denda jika membayar setelah jatuh tempo atau angsuran. Kartu kredit dapat diartikan juga sebagai kartu yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga pembiayaan lainnya yang diberikan kepada nasabah untuk digunakan sebagai alat pembayaran.

Adapun kartu ATM adalah APMK yang dapat digunakan untuk melakukan tarik tunai, cek saldo, transfer dana antar dan intra-bank, sumber dana berasal dari simpanan dan saldo simpanan akan berkurang secara langsung pada saat transaksi. Kartu ATM dapat diartikan juga sebagai alat pembayaran berbasis kartu yang penyelesaian transaksinya dilakukan melalui mesin ATM. Layanan ATM di Indonesia mulai cliperkenallcan pada awal 1990-an.

Adapun kartu debit adalah APMK yang dapat digunakan untuk berbelanja pada pedagang dan debit tunai, sumber dana berasal dari simpanan dan saldo simpanan akan berkurang secara langsung pada saat transaksi. Kartu debit dapat diartikan juga sebagai alat pembayaran berbasis kartu yang pembayarannya dilakukan dengan pendebetan langsung ke rekening nasabah pada bank penerbit kartu. Beberapa bank penerbit kartu telah mengombinasikan kartu debet dan kartu ATM dalam satu kartu (kartu debit ATM).

Jika kartu debit digunakan untuk bertransaksi di mesin ATM, maka kartu tersebut dikenai sebagai kartu ATM. Namun, apabila digunakan untuk transaksi pembayaran dan pembelanjaan non tunai dengan menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture), maka kartu tersebut dikenai sebagai kartu debet.

Setiap pemegang kartu diberikan nomor pribadi (Personal Identification Number - PIN) yang bersifat rahasia untuk keamanan dan kewenangan melakukan transaksi. Untuk kartu debet, selain otorisasi dengan PIN, dimungkinkan pula otorisasi dengan tanda tangan seperti halnya kartu kredit. Batas (limit) transaksi kartu kredit dan kartu ATM bergantung dari jenis kartunya. Umumnya terdiri atas limit jumlah dan frekuensi transaksi, baik untuk penarikan tunai, belanja maupun transfer.

Selain kartu kredit, kartu ATM/debit, terdapat pula apa yang disebut dengan uang elelctronik (e-money). Tahukah Anda apa itu uang elektronik? Uang elelctronik adalah APMK yang diterbitlcan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu kepada penerbit. Nilai Uang disimpan secara elektronik dalam suatu media server atau chip. Uang elelctronik dapat digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut. Nilai uang elektronik yang disetor oleh pemegang kartu bukan simpanan, artinya tidak dapat ditarik secara tunai.

Uang elektronik di Indonesia mulai berkembang sejak April 2007. Alat pembayaran non tunai yang praktis, ekonomis, dan menunjang gaya hidup menjadi pemicu semakin berkembangnya uang elektronik, Perkembangan uang elektronik juga didorong oleh kenyataan bahwa pembayaran non tunai dengan kartu debit dan kartu kredit dalam transaksi kurang praktis dan ekonomis, karena terdapat batasan minimal transaksi yang boleh menggunakan kartu debit atau kartu kredit seperti, minimal transaksi Rp 100.000,00 sehingga transaksi yang lebih kecil dari Rp. l00.000,00 masih menggunakan uang tunai yang memiliki beberapa kendala seperti faktor keamanan, kenyamanan, dan kemudahan.

Penggunaan uang elektronik masih terbatas karena antar-penerbit uang elektronik harus menjalin kerja sama dengan unit usaha/pedagang/merchant yang mau menerima pembayaran transaksi di tempat usahanya dengan uang elektronik. Biasanya penerbit uang elektronik bekerja sama dengan mini-market, mal, kafe, atau tempat anak muda biasanya berkumpul.
Readmore → Uang elektronik di Indonesia mulai berkembang

Lembaga Jasa Keuangan dalam Perekonomian Indonesia

Lembaga Jasa Keuangan dalam Perekonomian Indonesia. 

Lembaga jasa keuangan merupakan semua badan yang melalui kegiatan-kegiatan di bidang keuangan menarik uang dari masyarakat dan menyalurkan uang tersebut kembali ke masyarakat.

Apakah anda sudah memiliki tabungan di bank? Tabungan merupakan salah satu produk penghimpun dana dari bank. Selain di bank, dalam rangka memenuhi kebutuhan keuangan dan investasi, kalian juga dapat memanfaatkan produk-produk lembaga jasa keuangan lainnya, seperti otoritas jasa keuangan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, pegadaian, dan lembaga pembiayaan.

Uang yang kalian simpan di bank dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Fungsi LPS menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2008 tentang LPS pasal 4 adalah menjamin simpanan nasabah penyimpan dan turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai dengan kewenangannya. Dalam bahasan kali ini, kamu akan mempelajari tentang hal-hal yangberkaitan dengan OJK, LJK, pasar modal, asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan pegadaian.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

1. Pengertian Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Menurut Undang-UndangNomor 21 Tahun 2011 bahwa OJK adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain,yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang OJK Lebih lanjut, pasal 2 UU tersebut menjelaskan bahwa OJK adalah lembaga yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam Undang-Undang OJK.

Adanya OJK menjadikan pengaturan dan pengawasan kegiatan jasakeuangan di sektor pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lain beralih dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) ke OJK Demikian pula, otoritas pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan dialihkan dari Bank Indonesia kepada OJK Lembaga OJK adalah lembaga independen yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pihak lain, kecuali hal tertentu yang diatur dalam UU OJK.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa OJK adalah lembaga negara yang independen yang diberi kewenangan untuk menjalankan tugas pengaturan dan pengawasan industri jasa keuangan di Indonesia. Lembaga keuangan yang diatur dan diawasinya adalah perbankan, pasar modal dan Industri Jasa Keuangan Non Bank (IKNB) yang terdiri atas asuransi, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan.

2. Tujuan, Peran, Fungsi, Tugas, dan Wewenang Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Berdasarkan pengertian OJK yang sudah dijelaskan sebelumnya, menurut kamu, bagaimana sesungguhnya fungsi, tugas dan wenenang OJK? OJK berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terpadu terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan. Adapun tujuan dibentuknya OJK adalah sebagai berikut.
a. Kegiatan sektor jasa keuangan terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel;
b. Mampumewujudkansistemkeuanganyangtumbuhsecaraberkelanjutan dan stabil; dan
c. Mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat

Dalam rangka melaksanakan fungsi dan tujuan tersebut, OJK memiliki tiga tugas utama, yaitu pertama tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan; kedua, tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor pasar modal; ketiga, tugas pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya.

Khusus terkait dengan pengawasan bank, tugas OJK meliputi empat hal sebagai berikut.
a.    Pengaturan dan pengawasan mengenai kelembagaan bank
b.    Pengaturan dan pengawasan mengenai kesehatan bank.
c.    Pengaturan dan pengawasan mengenai kehati-hatian bank.
d.    Pemeriksaan bank.

Pengaturan dan pengawasan mengenai kelembagaan, kesehatan, aspek kehati-hatian, dan pemeriksaan bank merupakan lingkup pengaturan dan pengawasan microprudential yang menjadi tugas dan wewenang OJK.

Adapun lingkup pengaturan dan pengawasan macroprudential sebagaimana sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya merupakan tugas dan wewenang Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.

Untuk melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan di sektor perbankan, OJK mempunyai wewenang sebagai berikut.

a. Wewenang yang berhubungan dengan tugas pengaturan dan pengawasan kelembagaan bank meliputi; perizinan untuk pendirian bank, pembukaan kantor bank, anggaran dasar, rencana kerja, kepemilikan, kepengurusan dan sumber daya manusia, merger, konsolidasi dan akuisisi bank, serta pencabutan izin usaha bank; dan kegiatan usaha bank, antara lain sumber dana, penyediaan dana, produk hibridasi, dan aktivitas di bidang jasa.

b. Wewenang yang berhubungan dengan tugas pengaturan dan pengawasan mengenai kesehatan bank meliputi; likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, kualitas aset, rasio kecukupan modal minimum, batas maksimum pemberian kredit, rasio pinjaman terhadap simpanan, dan pencadangan bank; laporan bank yang terkait dengan kesehatan dan kinerja bank; sistem informasi debitur; pengujian kredit (credit testing); dan Standar akuntansi bank.

c. Wewenang yang berhubimgan dengan pengaturan dan pengawasan aspek keliati-hatian bank meliputi; manajemen risiko; tata kelola bank; prinsip mengenal nasabah dan anti pencucian uang; dan pencegahan pembiayaan terorisme dan kejahatan perbankan.

d. Wewenang untulc melakukan pemeriksaan bank.

Khusus dalam rangka menjalankan tugas pengaturan industri jasakeuangan, OJK juga memiliki beberapa wewenang sebagai berikut.
a. menetapkan peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK;
b. menetapkan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan;
c. menetapkan peraturan dan keputusan OJK;
d. menetapkan peraturan mengenai pengawasan di sektor jasa keuangan;
e. menetapkan kebijakan mengenai pelak&anaan tugas OJK;

Adapun khusus terkait dengan tugas pengawasan industri jasa keuangan, OJK mempunyai wewenang,yaitu: 
  • menetapkan kebijakan operasional pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan;
  • mengawasi pelaksanaan tugas pengawasan yang dilaksanakan oleh kepala eksekutif;
  • c. melakukan pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, serta perlindungan konsumen, dan tindakan lain terhadap lembaga jasa keuangan, pelaku, dan/atau penunjang kegiatan jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan; dan
  • d. menetapkan sanksi administratif terhadap pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.


Tujuan, Fungsi dan Tugas OJK

Tujuan OJK

a. Agar kegiatan jasa keuangan di sektor keuangan terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel.
b. Agar mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil.
c. Agar mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

Fungsi OJKMenyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.

Tugas OJKa. Kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan.
b. Kegiatan jasa keuangan di sektor pasar modal.
c. Kegiatan jasa keuangan di sektor perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lain.

Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, OJK berkoordinasi dengan otoritas lain, yaitu Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dalam hal terjadi bank bermasalah dalam kesehatannya, OJK memberikan informasi kepada LPS. LPS juga dapat melakukan pemeriksaan terhadap bank terkait. dengan fungsi, tugas, dan wewenangnya melalui koordinasi dengan OJK. Demikian pula apabila bank inengalami kesulitan likuiditas atau kesehatan bank memburuk, OJK menginformasikan bank tersebut ke Bank Indonesia agar melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan sesuai dengan kewenangannya.
Readmore → Lembaga Jasa Keuangan dalam Perekonomian Indonesia

Jenis dan Fungsi Bank sebagai Lembaga Keuangan

Lembaga Jasa Keuangan Perbankan

1.  Pengertian Bank


Istilah bank berasal dari bahasa Italia, yaitu banco yang berarti meja atau bangku. Dalam kehidupan sehari-hari, bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan dana dari masyarakat baik dalam bentuk tabungan, deposito, maupun giro. Selanjutnya dana tersebut disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkannya dalam bentuk pinjaman (kredit) atau dalam istilah bank syariah dikenal dengan pembiayaan.

Menurut UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dan bentuk-bentulc lainnya dalam ranglca meningkatkan taraf hidup masyarakat.

2.  Fungsi Bank


Secara umum, bank berfungsi sebagai lembaga intermediasi, yaitu menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito dan giro, serta menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman (kredit). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa fungsi bank adalah sebagai perantara antara pihakyang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana.

Bank memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian, yaitu sebagai salah satu roda penggerak dalam inenunjang pembangunan ekonomi nasional. Bank dapat mendorong upaya peningkatan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabihtas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Howard D. Crosse dan George H. Hempel dalam bukunya yang berjudul Management Policies for Commercial Banks mengungkapkan bahwa terdapat tujuh fungsi pokok bank, yaitu sebagai berikut.

a. Penciptaan kredit.
b. Fungsi giral.
c. Penanaman dan penagihan.
d. Akumulasi tabungan dan investasi.
e. Jasa-jasa trust dan jasa lain-lain.
f. Perolehan laba untuk imbalan para pemegang saham.

Untuk lebih jelasnya perhatikan uraian berikut ini.

a.  Penghimpun Dana

Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana, bank memiliki beberapa sumber dana, di antaranya sebagai berikut.

  • Dana sendiri berupa setoran modal waktu pendirian dan penjualan saham di bursa efek jika bank tersebut sudah go public.
  • Dana masyarakat yang dikumpulkan melalui usaha perbankan, seperti tabungan, giro dan deposito.
  • Dana dari lembaga keuangan berupa pinjaman seperti kredit likuiditas dan Call Money {dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam).
b.  Penyalur/Pemberi Kredit

Bank menyalurkan kembali dana yang dihimpun dalam bentuk ki'edit kepada masyarakat yang memeiiukan dana untuk kegiatan usaha (investasi, modal kerja) atau untuk kegiatan konsumsi. Dengan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau bunga kredit. Dalam menyalurkan dana kepada masyarakat, bank memegang prinsip kehatian-hatian serta memerhatikan prinsip.^ C yakni sebagai berikut.
  • Character, yaitu karakter dan kemauaij pemohon untuk memenuhi kewajiban.
  • Capacity, yaitu kemampuan, kepandaian, dan keterampilan menggunakan kredit yang diterima sehingga memperoleh kemajuan, keuntungan serta mampu melimasi kewajiban atau utangnya.
  • Capital, yaitu modal seseorang atau badan usaha penerima ki'edit. Tidak semua modal harus bersmnber dari kredit.
  • Collateral, yaitu kepastian berupa jaminan yang dapat diberikan oleh penerima kredit.
  • Condition of economies, yaitu dalam rencana pelepasan kredit harus mampu melihat ke depan, yaitu bagaimana keadaan perekonomian masa yang akan datang.
Dalam pemberian kredit, biasanya terkandung berbagai unsur. Berikut adalah unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian fasilitas kredit.
  • Kepercayaan, merupakan suatu keyakinan bagi si pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan (baik berupa uang, barang atau jasa) benar-benar diterima kembali di masa yang akan datang sesuai jangka waktu kredit.
  • Kesepakatan, biasanya dituangkan dalam bentuk perjanjian di mana masing-masingpihak menandatangani hak dan kewajibannya. Kemudian dituangkan pula dalam akad kredit dan ditandatangani kedua belah pihak sebelum kredit dikucurlcan.
  • Jangka Waktu, setiap kredit yang diberikan biasanya memiliki jangka waktu. Jangka waktu ini merupakan masa pengembalian ki'edit yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu pemberi kredit dan penerima kredit.
  • Risiko, risiko ki'edit terjadi karena adanya tenggang waktu. Adanya tenggang waktu ini memungkinkan pengembalian kredit menjadi macet atau yang dikenal dengan kredit macet. Semakin panjang jangka waktu kredit, semakin besar pula risikonya.
  • Balas Jasa, merupakan keuntungan atau pendapatan atas pemberian kredit. Dalam bank konvensional, balas jasa ini dikenal dengan bunga. Sementara bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah, balas jasanya ditentukan dengan margin bagi hasil. Selain bunga, bank juga mendapatkan keuntungan lain karena membebankan biaya administrasi kredit kepada nasabah.
c.  Pelayan Jasa

Bank juga berfungsi sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran” berupa transfer dana, inkaso, cek, kartu kredit, e-money, dan pelayanan lainnya.

3.  Jenis Bank

Bank dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut.

a.  Berdasarkan Kelembagaan

Berdasarkan aspek kelembagaannya, terdapat dua jenis bank yaitu bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Hal tersebut dijelaskan dalam UU Nomor 10 Tahirn 1998 tentang Perbankan. Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan sebagai berikut.

1) Bank Umum

UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan Pasal 1 ayat 3 menjelaskan bahwa bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha baik secara konvensional maupun berdasarkan prinsip-prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Dalam menjalankan usahanya, bank uirnim menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito, dan giro, serta menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat dalam berbagai bentuk pinjaman (kiedit), seperti kredit produktif yang biasanya terdiri atas kiedit modal kerja dan kredit investasi serta kredit konsumtif, contohnya Kredit Kepemililcan Rumah (KPR) dan Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor (KKKB).

Berdasarkan raang lingkup usahanya, bankumum dapat dikelompokkan menjadi dua macam sebagai berikut.
  • Bank umum devisa, yaitu bank umum yang memiliki izin untuk melakukan transaksi pembayaran dalam valuta asing. Contoh bank BNI, bank BRI, bank Mandiri, bank BCA, dan bank BII.
  • Bank umum nondevisa, yaitu bank umum yang tidak memiliki izin dalam melakukan transaksi valuta asing. Contoh, BTPN, bank Jasa Jakarta, dan bank Kesejahteraan.
2) Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

UU Nomor lOTahun 1998 tentang Perbankan Pasal 1 ayat 4 menjelaskan bahwa BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Usaha BPR adalah menghimpun dana dalam bentuk tabungan dan deposito, serta menyalurkannya dalam bentuk pinjaman (kredit). Khusus untuk melakukan transaksi valuta asing, tidak semua BPR bisa melakukannya, kecuali BPR yang sudah memiliki izin usaha money changer dari Bank Indonesia. Contoh BPR, di antaranya BPR Karyajatnika Sadaya, BPR Eka Bumi Artha, dan BPR Sri Artha Lestari.

Bank Umum
  1. Memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
  2. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan, deposito, dan giro.
  3. Contohnya bank Mandiri, bank BNI, bank BRI, bank BCA, dan bank BII.

BPR
  1. Tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
  2. Umumnya tidak diperbolehkan menghimpun dana dalam bentuk giro, menjalankan usaha perasuransian, dan mengikuti kliring. Khusus untuk melakuan transaksi valuta asing, tidak semua BPR bisa melakukannya, kecuali yang sudah mendapat izin moneychanger dari Bank Indonesia.
  3. Contoh BPR Karyajatnika Sadaya, BPR Eka Bumi Artha, dan BPR Sri Artha Lestari.
b. Berdasarkan Kepemilikan

Berdasarkan kepemilikannya, bank dapat(dibedakan menjadi lima macam yakni sebagai berikut.
  1. Bank Pemerintah, yaitu bank yang sahamnya (modalnya) seluruhnya atau sebagian besar dimiliki oleh pemerintah. Contohnya bank Mandiri, bank BRI, bank BNI dan bank BTN.
  2. Bank Swasta Nasional, yaitu bank yang sahamnya (modalnya) seluruhnya atau sebagian besar dimiliki oleh swasta nasional. Contoh bank Mega dan bank Bukopin.
  3. Bank Pembangunan Daerah, yaitu bank yang sahamnya (modalnya) seluruhnya atau sebagian besar dimiliki oleh pemerintah daerah. Contoh bank Jabar Banten, bank DKI, bank Kaltim, dan bank Jatim.
  4. Bank Campuran, yaitu bank yang sahamnya (modalnya) dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah dan swasta, atau oleh swasta dan asing. Contoh bank N1SP, bank Permata, bank CIMB Niaga, bank OCBC, atau bank Danamon.
  5. Bank Asing, yaitu bank yang sahamnya (modalnya) seluruhnya dimiliki oleh asing. Contohnya BCA, AMRO Bank, Bank Of America (BOA), Bank Of Tokyo (BOT), City Bank, dan HSBC Bank.
Readmore → Jenis dan Fungsi Bank sebagai Lembaga Keuangan

30 Nov 2016

Kegiatan Berinvestasi dalam Pengelolaan Keuangan

Kegiatan Menabung dalam Pengelolaan Keuangan

1.Pengertian Menabung


Apakah Anda sudah memiliki tabungan di bank? Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan menabung? Menabung merupakan bagian dari pengelolaan keuangan. Menabung adalah kegiatan menyisihkan uang untuk dikumpulkan guna mencapai target dana tertentu agar kelak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Kegiatan menabung dapat dilakukan di mana saja, tidak hanya melalui produk tabungan di bank, tetapi dapat juga melalui reksadana, emas, dan saham.
2.Sumber Uang untuk Menabung

Uang yang ditabung dapat berasal dari dua sumber, antara lain sebagai berikut.
a)  Uang yang sengaja disisihkan untuk ditabung dan berasal dari uang saku.
b)  Uang yang didapatkan karena melakukan sesuatu atau pemberian seseorang.
3.Tujuan Menabung

Perlu disadari bahwa masih banyak masyarakat yang belum terbiasa untuk menabung dan bahkan masih ada masyarakat yang tidak menyadari betapa pentingnya menabung. Salah satu tujuan menabung, yaitu untuk membiayai kejadian yang tidak terduga dan untuk merencanakan keuangan di masa depan.
4.Macam-Macam Cara Menabung

Menabung dapat dilakukan secara tradisional dan modern.

1)Menabung secara Tradisional


Menabung secara tradisional, yaitu menabung dengan menyimpan uang di bawah lipatan pakaian, selipan buku, atau celengan. Cara ini tentu mudah untuk dilakukan karena tidak ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh penabung, tetapi banyak risikonya, antara lain risiko uang hilang, rusak, terbakar, dan basah.

2)Menabung secara Modern


Menabung secara modern salah satunya dapat dilakukan di bank. Bank merupakan pihak ketiga yang membantu masyarakat untuk menyimpan dana. Bank merupakan tempat menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya, dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Selain menabnng di bank, menabung secara modern dapat juga dilakukan dengan menggunakan produk keuangan lainnya, seperti reksa dana, emas, dan saham.
5.Mengenal Tabungan di Bank

Apa sesungguhnya tabungan itu? Tabungan adalah simpanan uang di bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu. Umumnya bank akan memberikan buku tabungan yang berisi informasi seluruh transaksi yang dilakukan. Selain buku tabungan, penabung juga akan diberikan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) lengkap dengan nomor pribadi yang biasa disebut dengan Personal Identification Number (PIN).

Tabungan merupakansalahsatujenis simpanan di bank yang banyak disukai karena pengambilan kembali uangnya bisa dengan memakai buku tabungan atau menggunakan kartu ATM. Beberapa keuntungan yang akan diperoleh dengan menabung di bank, di antaranya sebagai berikut.

a.Aman, uang disimpan dengan aman di bank, tidak mudah dicuri rnaupun tercecer.

b.

Terjamin, tabungan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Saat ini jumlah simpanan nasabah di bank yang dijamin LPS sampai dengan maksimal 2 milyar

c.

Berkembang, bank akan memberikan bunga yang dihitung berdasarkan rata-rata saldo tabungan.

d.


Praktis, terdapat kemudahan layanan perbankan elektronik 24 jam per ' hari, antara lain ATM, SMS Banking, Mobile Banldng, Internet Banking, Phone Banldng, dan Call Centre.

Kegiatan Berinvestasi dalam Pengelolaan Keuangan


1.Pengertian Berinvestasi

Apakah anda sudah pernah berinvestasi? Berinvestasi merupakan bagian dari kegiatan pengelolaan keuangan. Berinvestasi adalah sebuah tindakan untuk meningkatkan nilai harta yang dimiliki agar di kemudian hari dapat lebih berkembang.

Sama seperti kegiatan menabung, berinvestasi dapat dilakukan di manapun. Produk investasi yang dapat digunakan antara lain tabungan berjangka, deposito, reksa dana, emas, dan saham. Secara umum, kegiatan berinvestasi menurut jangka waktunya dapat dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

a)Investasi jangka pendek, yaitu investasi yang dilakukan tidak lebih dari satu bulan atau satu tahun.

b)

Investasi jangka menengah, yaitu investasi yang inemiliki rentang waktu antara satu tahun sampai lima tahun.

c)Investasi jangka panjang, yaitu investasi yang inemiliki rentang waktu di atas lima tahun.
2.Tujuan Berinvestasi

Mengapa seseorang melakukan investasi? Secara umum, tujuan berinvestasi adalah untuk mencapai target dana tertentu pada masa yang akan datang, serta inemaksimalkan dana/aset yang menganggur (aset tidak produktif)
sehingga memberikan keuntimgan bagi yang memilikinya. Menurut Ganjar Isnawan (2012), terdapat enam tujuan seseorang berinvestasi, yaitu:

a.mendapat laba sebesar mungkin;

bjaminan kondisi di masa depan;

c.lindung nilai (hedging);

d.passive income;

e.perencanaan mewujudkan keinginan;

f.tujuan akhirat yang memicu keuntungan usaha dunia.
3.Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Berinvestasi

Agar kegiatan investasi dapat sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan, makaperlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.

a.Pelajari dengan baik lembaga keuangan tempat berinvestasi.

b.

Ketahui dan pahami setiap risiko yangmelekat pada produk keuangan yang akan dimanfaatkan.

c.Sesuaikan jenis simpanan dan investasi dengan tingkat risiko yang diterima.

d.

Bersikap rasional dalam menghadapi penawaran investasi yang memberikan imbal hasil tinggi dalam waktu singkat.
Readmore → Kegiatan Berinvestasi dalam Pengelolaan Keuangan

Pengelolaan Keuangan, Konsep Dasar Pengelolaan Keuangan, Pengertian Pengelolaan Keuangan

Pengelolaan Keuangan


Konsep Dasar Pengelolaan Keuangan


1)





Pengertian Pengelolaan Keuangan
Pengelolaan keuangan adalah sebuah tindakan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan di masa yang akan datang. Pengelolaan keuangan meliputi pengelolaan keuangan pribadi, pengelolaan keuangan keluarga, dan pengelolaan keuangan  perusahaan. Pengelolaan keuangan merupakan bagian penting dalam mengatasi masalah ekonomi, baik masalah ekonomi individu, keluarga, maupun perusahaan.

2)

Tujuan Pengelolaan Keuangan
Secara umum, tujuan dari pengelolaan keuangan, antara lain sebagai berikut.


a)Mencapai target dana tertentu di masa yang akan datang.


b)Melindungi dan meningkatkan kekayaan yang dimiliki.


c)Mengatur arus kas (pemasukan dan pengeluaran uang).


d)Melakukan manajemen risiko dan mengatur risiko investasi dengan baik.


d)Mengelola utang piutang.

3)



Tahapan dalam Pengelolaan Keuangan
Setelah kita mengetahui tentang pengertian dan tujuan pengelolaan keuangan, selanjutnya kita harus mengetahui tentang tahapan yang harus dilakukan dalam pengelolaan keuangan. Tahapan dalam melakukan pengelolaan keuangan adalah sebagai berikut.


a)








Mencatat Harta/Asset yang Sudah Dimiliki
Setiap orang pasti memiliki harta/asset: yang dicatat sebagai harta produktif maupim konsumtif. Harta produktif adalah harta yang memberikan penghasilan rutin atau keuntungan pada saat harta tersebut dijual kembali. Contohnya tabungan (yang tidak dipakai untuk belanja atau keperluan konsumtif), deposito, reksadana, rumah (yang dikontrakkan bukan yang ditempati). Adapun harta konsumtif merupakan harta yang tidak memberikan penghasilan, baik penghasilan secara rutin maupun keuntungan ketika dijual kembali. Contohnya perlengkapan dan peralatan ruman tangga (televisi, meja makan, dan sofa), perhiasan yang dipakai, mobil, dan motor.


b)








Mulailah Mencatat Semua Pengeluaran
Setelah mencatat semua harta/asset, kalian mendapatkan informasi tentang posisi keuangan saat ini. Hal tersebut berguna dalam melakukan langkah selanjutnya yaitu mencatat semua pengeluaran dan merencanakan pengeluaran. Kegiatan mencatat semua pengeluaran akan memberikan informasi tentang banyaknya uang yang telah dikeluarkan. Hal tersebut menjadi pertimbangan bagi seseorang untuk mengontrol pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Pencatatan pengeluaran juga membantu untuk mengetahui frekuensi pengeluaran untuk suatu pos tertentu, sehingga dapat membedakan mana yang termasuk kebutuhan dan mana yang termasuk keinginan.


c)






Identifikasi Pengeluaran Rutin Bulanan dan Tahunan.
Setiap orang atau keluarga biasanya punya pola pengeluaran yang mirip dari bulan ke bulan, termasuk dari tahun ke tahun. Setelah memiliki catatan pengeluaran, coba identifikasi apa saja yang menjadi pengeluaran rutin dan bagaimana frekuensinya. Kegiatan ini dilakukan untuk membuat pemetaan pengeluaran, apakah pengeluaran tersebut sifatnya rutin bulanan atau tahunan, hal tersebut akan berguna sebagai bahan dalam membuat perencanaan keuangan.


d)


Menyusun Rencana Pengeluaran (budgeting)
Dalam menyusun rencana pengeluaran, hal-hal yang perlu diperhatikan, di antaranya sebagai berikut.



1)













 
Membedakan Kebutuhan dan Keinginan
Dari segi bahasa, butuh adalah kata sifat yang menunjukkan mau tidak mau harus melakukan satu hal, karena kalau tidak dilakukan akan mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan prioritas. Sementara ingin menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan karena menginginkan sesuatu hal padahal belum tentu dibutuhkan. Dengan kata lain, kebutuhan (need) adalah sesuatu yang sifatnya mendasar dan harus dipenuhi karena akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, sedangkan keinginan (want) adalah kebutuhan yang sudah dipengaruhi oleh faktor lingkungan, pendidikan, selera, dan faktor lainnya. Kebutuhan sesungguhnya bersifat relatif terbatas, hal yang menjadikannya tidak terbatas adalah keinginan.
Dalam membuat perencanaan keuangan, seseorang harus cermat dalam memilah kebutuhan dan keinginan, sehingga tidak terjadi kesalahan pengalokasian anggaran dan kebutuhan-kebutuhan mendasar dapat terpenuhi. Kebutuhan harus menjadi prioritas dibanding keinginan.



2)






























Pilihlah Prioritas Terlebih Dahulu
Dalam menentukan prioritas pengeluaran, seseorang dapat membagi pos-pos pengeluaran ke dalam tiga kelompok, yaitu biaya hidup, cicilan utang, dan premi asuransi. Biaya hidup adalah semua pos pengeluaran yang biasa dilakukan seseorang agar dapat menjaga kelangsungan hidupnya. Contohnya membeli sembako, membayar telepon, listrik, air, dan biaya sekolah anak.
Adapun cicilan utang adalah semua pos pembayaran utang yang biasa dilakukan setiap bulan. Seperti pembayaran cicilan rumah, cicilan kendaraan, dan cicilan kartu kredit. Menurut Aidil Akbar (2013), secara umum utang dapat dibagi menjadi utang produktif dan utang konsumtif. Utang produktif adalah segala jenis utang yang mempunyai ciri nilai asset yang dibeli dengan cara berutang yang meningkat seiring dengan berjalannya waktu, sementara utang; konsumtif adalah segala jenis utang yang mempunyai ciri nilai asset yang dibeli dengan cara berutang yang menurun seiring dengan berjalannya waktu.
Adapun premi asuransi adalah semua pengeluaran yang dilakukan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran asuransi seperti asuransi jiwa, kesehatan, dan asuransi kerugian (rumah dan kendaraan). Khusus untuk pos pengeluaran asuransi, biasanya tidak semua orang memiliki pos ini, premi asuransi biasanya hanya bagi mereka yang sudah memiliki pendapatan tertentu dan memahami pentingnya asuransi sebagai upaya preventif dalam menanggung risiko di kemudian hari.
Jika semua pengeluaran ternyata masuk ke dalam tiga kelompok tersebut, maka harus disusun skala prioritas. Prioritas pertama adalah cicilan utang, mengapa? Karena cicilan utang mempunyai akibat tersendiri berupa denda. Selain itu saldo utang yang belum terbayar akibat sering terlambat akan terkena bunga kembali, walaupun hanya telat bayar beberapa hari.
Prioritas kedua adalah membayar pos-pos premi asuransi, mengapa? Karena jika terlambat membayar maka proteksi yang dimiliki dari program asuransi dapat hilang. Prioritas ketiga adalah membayar biaya hidup. Karena biaya hidup tidak akan menimbulkan bahaya jika telat membayar 3-4 hari. Misalnya belanja bulanan dapat ditangguhkan 3-4 hari waktu pembeliannya.



3)









Ketahui Cara yang Baik dalam Mengeluarkan Uang untuk Setiap Pos Pengeluaran
Cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran adalah dengan melakukan penghematan. Hemat adalah mencari cara agar dapat mengeluarkan uang yang lebih sedikit untuk mencapai tujuan yang sama, Berhemat itu bukan menderita. Contohnya jika akan melakukan perjalanan Bandung-Surabaya dengan pesawat;, maka kahan dapat mencari maskapai penerbangan yang menawarkan tarif paling rendah dibandingkan maskapai penerbangan yang lain. Bukan mengganti dengan perjalanan darat karena tetap akan rugi dari sisi waktu.



4)





Menabung secara Periodik
Menabung yang baik dilakukan segera setelah anda mendapatkan penghasilan. Jadi begitu gajian tiba, sesuai rencana yang telah dibuat, segera simpan sejumlah tertentu untuk ditabungkan. Agar aman, pisahkan rekening bank untuk tabungan dan jika perlu jangan dibuatkan ATM sehingga anda tidak tergoda untuk mengamhilnya kembali.



5)



Perencanaan Program untuk Masa Depan
Rencanakan keperluan atau rencana khusus untuk masa depan. Perkirakan jumlah pengeluaran yang dibutuhkan dan sisihkan setiap bulan sehingga mencapai jumlah yang cukup ketika waktunya tiba.
Readmore → Pengelolaan Keuangan, Konsep Dasar Pengelolaan Keuangan, Pengertian Pengelolaan Keuangan